Soppeng, onlinekasus.com – Menyusul pemberitaan sebelumnya terkait dugaan makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga basi dan menyebabkan sejumlah siswa SDN 161 Karya, Kecamatan Lilirilau, mual serta muntah, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng bersama instansi terkait langsung melakukan pemantauan dan klarifikasi di sekolah tersebut. Senin, 22 September 2025.
Kasubsi II Intelijen Kejari Soppeng, Yogi Pratama, S.H., M.H., hadir langsung di lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat. Dalam kesempatan itu, turut hadir Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kepala SPPG Pajalesang, keluarga siswi pelapor, Danramil Lilirilau beserta jajaran, serta orang tua siswa yang sebelumnya menyampaikan keluhan.
Dalam hasil klarifikasi, pihak sekolah menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada masalah serius terkait konsumsi makanan bergizi gratis di SDN 161 Karya. Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa seluruh menu MBG sudah melalui pengawasan ketat dan dipastikan diproduksi dalam kondisi steril serta bersih.
“Kami sudah melakukan konfirmasi baik ke pihak dapur penyedia maupun ke Dinas Kesehatan. Berdasarkan hasil pantauan, kondisi makanan di dapur dalam keadaan steril dan layak konsumsi,” jelas Yogi Pratama di sela kegiatan pemantauan, Senin (22/9/2025).
Ia menambahkan, perbedaan selera makan siswa tidak bisa serta-merta dijadikan alasan bahwa makanan tersebut bermasalah. Namun demikian, pihaknya tetap mendorong agar penyelenggara MBG meningkatkan fungsi quality control sehingga mutu makanan benar-benar terjamin.
Harapannya, program MBG yang dicanangkan pemerintah tetap berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan manfaat nyata bagi siswa-siswi di Kabupaten Soppeng.
“Kami berharap yayasan atau penyedia makanan bergizi gratis ke depannya lebih memperhatikan kualitas dan distribusi makanan. Program ini sangat baik, jangan sampai pelaksanaannya justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkas Yogi.
Sebelumnya, diberitakan media Kasusta.com bahwa sejumlah siswa SDN 161 Karya Cabbeng mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan MBG. Namun, klarifikasi resmi dari pihak sekolah dan instansi terkait menegaskan bahwa makanan dalam program tersebut masih terjaga kualitasnya dan tetap aman untuk dikonsumsi.







