SOPPENG – Kasus hilangnya brankas milik Koperasi Pendidikan Agama (KOPENDAS) Kabupaten Soppeng terus didalami oleh pihak kepolisian. Hingga kini, penyelidik telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah terduga pelaku, namun identitasnya masih dalam proses pendalaman.
Kasat Reskrim Dodie Ramaputra dari Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, SH, MH, menjelaskan bahwa penyelidikan masih berjalan untuk memastikan siapa pelaku yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.
“Sampai saat ini kami memang sudah memiliki rekaman CCTV yang menampilkan wajah terduga pelaku. Namun demikian, identitas pastinya belum dapat kami pastikan. Beberapa nama sudah kami dalami, tetapi belum ada yang bisa kami simpulkan secara pasti sebagai pelaku,” ungkap Dodie kepada media ini. Senin, 9 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa tim penyidik terus melakukan berbagai upaya identifikasi serta pengumpulan bukti tambahan guna mengungkap pelaku sebenarnya.
“Penyelidikan tetap berjalan dan kami terus melakukan upaya identifikasi guna memastikan siapa pelaku sebenarnya,” tambahnya.
Sebelumnya, brankas milik KOPENDAS yang sempat dilaporkan hilang akhirnya berhasil ditemukan di wilayah Tessiabeng, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Penemuan ini menjadi titik terang dalam penanganan kasus yang sempat menyita perhatian masyarakat setempat.
Informasi awal mengenai keberadaan brankas tersebut bermula dari temuan seorang warga bernama Ansar yang juga menjabat sebagai RT setempat. Ia menemukan sebuah benda mencurigakan di pematang sawah di wilayah tersebut.
Setelah menemukan benda tersebut, Ansar kemudian melaporkan temuannya kepada Babinsa Kelurahan Jennae. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi bersama pihak kepolisian, pengurus koperasi, serta warga setempat.
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, benda tersebut dipastikan merupakan brankas milik KOPENDAS yang sebelumnya dilaporkan hilang. Brankas tersebut kemudian diamankan oleh aparat kepolisian sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Tim hukum salah satu pengurus koperasi, Haura Aina Fatimah Azzahra, turut memberikan apresiasi atas kinerja kepolisian yang berhasil menemukan brankas tersebut. Ia juga menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami mengapresiasi kerja kepolisian yang telah menemukan brankas tersebut. Kami berharap proses hukum terus berjalan hingga pelaku dapat diungkap secara jelas,” ujarnya.
Pihak koperasi juga menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum yang tengah dilakukan oleh aparat kepolisian hingga kasus ini dapat terungkap secara terang dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Saat ini, polisi masih terus mengembangkan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah pihak serta menganalisis rekaman CCTV yang telah diperoleh guna mengungkap siapa pelaku di balik hilangnya brankas KOPENDAS tersebut.













