Kepala Puskesmas Takalala Klarifikasi Soal Pintu UGD Terkunci

Berita643 Dilihat

Soppeng, Kasusta.com – Menyusul adanya laporan masyarakat terkait pintu Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Takalala yang terkunci saat pasien darurat datang pada Senin dini hari (15/9/2025), pihak manajemen Puskesmas memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Puskesmas Takalala, Ainuddin, S.Kep., Ns, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler oleh media Kasusta.com, membenarkan bahwa pelayanan UGD di puskesmas tersebut memang berlangsung selama 24 jam dengan jumlah petugas jaga sebanyak tiga orang.

Menurutnya, seluruh petugas UGD sebenarnya berada di tempat saat kejadian. Namun, pasien yang diantar pada pukul 00.05 WITA tidak langsung terlayani karena ketukan pintu tidak terdengar oleh petugas.

“Petugas tidak mendengarkan ketukan di pintu. Setelah ada informasi melalui telepon, petugas langsung menghubungi kembali yang bersangkutan, tetapi katanya sudah ditangani sendiri,” jelas Ainuddin.

Berdasarkan hasil pemantauan CCTV, pihak puskesmas menilai ketukan pintu yang dilakukan pasien maupun keluarga tidak maksimal sehingga tidak terdengar oleh petugas di dalam ruangan.

Ainuddin menjelaskan, pintu UGD memang dalam kondisi terkunci apabila keadaan pengunjung sepi. Hal ini dilakukan demi keamanan, karena sebelumnya pernah ada orang dengan gangguan jiwa masuk ke dalam UGD dan mengganggu petugas yang sedang bertugas.

Pihak puskesmas menegaskan bahwa SOP pelayanan UGD 24 jam tetap berlaku. Penanggung jawab shift malam pada saat kejadian adalah Suniati, yang juga telah dimintai klarifikasi.

“Kami sudah melakukan pengecekan langsung, semua petugas ada di tempat dan melakukan pemantauan melalui CCTV. Kami juga telah memberikan pengarahan kepada staf agar tetap memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak Puskesmas Takalala juga telah mengusulkan kepada pimpinan agar ditempatkan tenaga keamanan tambahan, baik dari Satpam maupun Satpol PP, untuk mendukung pelayanan dan keamanan di UGD.

Ainuddin menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan kekecewaan warga tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami akan terus berbenah agar masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.

Meski begitu, hingga saat klarifikasi diberikan, pihak Puskesmas Takalala belum berkomunikasi atau bertemu langsung langsung dengan pasien yang bersangkutan.

Kasusta.com (Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *