Kalapas Parepare : Kami Terus Berupaya Meningkatkan Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan

Berita, Hukum93 Dilihat

PAREPARE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, menggelar refleksi akhir tahun, sekaligus rilis pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapas Parepare, kecamatan Bacukiki, kota Parepare, rabu (31/12/2025).

Dalam sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, Marthen mengatakan, permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan yang masih dirasakan, dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan khususnya kota Parepare. Lapas belum sepenuhnya sempurna dalam menjawab ekspektasi publik dan kami menyadari masih banyak kekurangan dan persepsi negatif di ruang publik yang menjadi pekerjaan rumah kami untuk depan, yang lebih baik. Meski demikian, berbagai kekurangan ini akan menjadi bahan evaluasi, untuk perbaikan kinerja di tahun 2026. Kami Lapas Parepare, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.

Lanjut Marthen menyampaikan, saya juga menyoroti masih minimnya informasi di masyarakat, terkait berbagai program positif yang telah dijalankan Lapas. Padahal, kami banyak melakukan kegiatan pembinaan yang berdampak langsung, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas. Kami juga ingin masyarakat, untuk mengetahui bahwa ada banyak hal positif yang sudah kami lakukan, baik dalam pembinaan warga binaan maupun pelayanan publik. Dinamika kelembagaan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang kini telah bertransformasi, menjadi tiga kementerian sejak terbentuknya Kabinet Prabowo pada 2024. Perubahan struktur tersebut, turut memengaruhi tata kelola organisasi hingga ke tingkat daerah.

“Sebab Kementerian IMIPAS ini masih baru, dulu dibawah Kementerian Hukum dan HAM. Dari sisi sumber daya kesehatan, Lapas Parepare saat ini didukung oleh 1 orang dokter dan 3 perawat, untuk melayani ratusan warga binaan. Sepanjang tahun 2025, jumlah penghuni Lapas mengalami dinamika signifikan. Tercatat, pada awal tahun terdapat 93 orang tahanan dan 509 narapidana. Selain itu, terdapat 196 orang tahanan titipan yang masuk sepanjang tahun. Sementara itu, sebanyak 277 warga binaan dinyatakan bebas, selama tahun 2025. Adapun sejumlah program yang menjadi fokus Lapas Parepare sepanjang 2025, meliputi penertiban dan penggeledahan rutin, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pembinaan kepribadian, pemenuhan hak-hak publik warga binaan, serta kegiatan bakti sosial, “Tutup Kalapas Parepare. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *