PAREPARE – Komisi I DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Parepare melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev), pelaksanaan anggaran APBD 2025 terhadap mita kerjanya di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, kamis (15/5/2025).
Komisi I memiliki mitra kerja sebanyak 17 SKPD, secara bertahap akan diundang memberikan penjelasan dalam pelaksanaan anggaran, untuk hari pertama monev telah mengundang seluruh kecamatan dan kelurahan, serta Unit Bagian di Setdako yang berlangsung di ruang Komisi I DPRD Parepare. Monev dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Kamaluddin Kadir, di hadir jajaran Komisi I.
“Sebagai DPRD melakukan tupoksinya, melakukan fungsi pengawasan, fungsi penganggaran dan fungsi pembuatan perda. Jadi sesuai dengan tata tertib, bahwa pengawasan yang dilakukan oleh DPRD harus dengan cara berjenjang sesuai aturan berlaku. Bahwa monev dilakukan terkait pengawasan dan pencermatan pelaksanaan anggaran APBD tahun 2025. Kita lakukan monev ini, untuk triwulan pertama (Januari, Februari dan Maret), untuk mencermati sejauh mana mitra kerja SKPD dalam pelaksanaan anggaran pokok dan anggaran setelah dilakukan efisiensi, “Kata Kamaluddin Kadir, yang juga ketua Ketua Fraksi Gerindra ini.
Lanjut Kamaluddin Kadir menyampaiakan, jadi yang menjadi dasar itu anggaran efisiensi sejauh mana pelaksanaan realisasinya, baik realisasi fisik maupuan realisasi keuangan. Komisi I hingga saat ini, sudah melaksanakan monev terhadap beberapa mitra SKPD dan unit kerja. Di antaranya seluruh kecamatan dan kelurahan, seluruh Bagian yang ada di Setdako. Jadi sudah 8 mitra kerja yang telah di monitoring dan dievaluasi. Ini akan menyusul lagi mitra kerja sisanya karena di komisi I ada 17 mitra kerja. Saya berharap bahwa melalui pengawsan pengunaaan anggaran, bisa dilaksanakan manfaatnya untuk masyarakat Kota Parepare. Itu harapan kami, jadi kita mengawasi pelaksanaannya betul-betul ada dampak terhadap masyarakat.
“Setelah berdampak, impactnya bagaimana dan anggaran dilaksanakan berdampak, sehingga masyarakat juga menggeliat secara ekonomi. Impactnya, setelah menggeliat tentu juga termotivasi, sehingga bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu, tepat sasaran. Pihaknya akan melaksanakan monev tahap kedua, untuk pelaksanaan anggaran bulan April, Mei dan Juni 2025. Monev ini, akan kita lakukan empat kali, selama setahun, sehingga penggunaan anggaran bisa kita awasi secara maksimal dan terlaksana dengan baik, untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk realiasi penggunaan anggaran triwulan I, setelah dilakukan monev terhadap beberapa mitra kerja masih diangka 10 persen hingga 15 persen, “Tutupnya. (*)







