PAREPARE – Sejumlah proyek jalan beton saat ini masih berjalan, disejumlah titik di Kota Parepare, kini menjadi sorotan publik. Seperti halnya proyek jalan beton yang di kerjakan CV Gias Jaya Mandiri dengan nilai Pagu Rp. 400.000.000,00 dan hps Rp. 390.136.349.82 berlokasi di Jalan Liu Buloe, kelurahan Lompoe, kecamatan Bacukiki, minggu (28/12/2025).
Hal tersebut di ungkapkan oleh Ricky Kadafi menyampaikan, proyek ini di duga tidak sesuai spesifikasi, berdasarkan hasil pantuan dilapangan Pekerja tidak menggunakan Alat pelindung diri (APD) yang menjadi syarat K3. Bukan hanya itu, hasil pantauan di lokasi proyek kami duga tidak semuanya dasar pengecoran dilapisi plastik. Hal ini, tentu memunculkan kecurigaan akan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi dan berpotensi adanya kerugian negara.
“Kami mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, untuk melakukan audit independen dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak rekanan jika memang ditemukan pelanggaran. Sayapun berharap, agar pemerintah lebih transparan dan bertanggung jawab, dalam mengelola anggaran pembangunan infrastruktur jalan. Kami ingin pembangunan di Kota Parepare benar – benar bisa di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar proyek formalitas, “Kata Ricky Kadafi.
Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Widin Wijaya menyatakan, kami telah melakukan teguran kepada pihak rekanan, agar memperbaiki pekerjaannya. Menurutnya, sampai saat ini, kami belum mengeluarkan hasil temuan, dari pengawasan yang di lakukan. Belum ada yang selesai, nanti hari senin baru mereka mengajukan permohonan pembayaran intinya jika memang ada temuan seperti itu, maka akan di tindaki.
“Jika ada alas plastik pada pekerjaan beton itu, terhitung dalam volume kerja. Makanya, jika memang ditemukan ada yang tidak menggunakan plastik, maka akan diminta untuk menambah volume pekerjaan, karena tidak dimungkinkan untuk dilakukan pembongkaran, “Jelas Widin Wijaya. (*)







