Kami Waria Seakaan Akan Dicekal Oleh Pemkot Parepare, Digerak Jalan HUT Kemerdakaan Ke 80 RI

Berita, Nasional972 Dilihat

PAREPARE – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Parepare, perlombaan gerak jalan sekelompok waria dibubarkan oleh Satpol PP karena tidak terdaftar sebagai peserta gerak jalan tersebut. Alasan Pembubaran dilakukan oleh panitia penyelenggara setelah diketahui bahwa tim gerak jalan waria (Ragam Gender) tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai peserta lomba.

Meski mereka tampil dengan kostum unik dan atraksi hiburan yang memancing tawa penonton, pihak panitia menegaskan bahwa aturan lomba mengharuskan seluruh peserta terdaftar untuk alasan keamanan dan ketertiban.

Salah satu peserta gerak jalan Waria, Idam mengatakan, kami datang mendaftar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kota Parepare untuk gerak jalan, tetapi pihak Dinas sampaikan ke kita nanti ada rapat dulu sama Pak Wali. Setelah tiga hari tidak ada kabar, kami berinisiatif menelpon panitia. Setelah itu, sayapun menelpon, adapun hasil rapat dengan Pak Wali melarang kita untuk tampil. Kami juga mempertanyakan alasan Pak Wali melarang kita tampil karena tidak ada kepastian, sebab waktu Pj Walikota pernah bilang kepada kami mohon jangan ada waria itu kami terima. Kami sudah pergi ambil nomor di Dinas bolak balik, jadi saya berharap karena diberi harapan. Kami kelompok waria masuk didalam barisan, karena antusias masyarakat parepare menunggu barisan gerak jalan waria dan kamipun berpakaian yang telah ditentukan panitia.

“Kami seakan – akan diskriminasi oleh Pemerintah yang selaku pantia gerak jalan, sebab tahun – tahun sebelumnya kita selalu berpartisipasi mengikuti gerak jalan. Kitapun menggunakan ‘Persatuan Pekerja Jasa Parepare’ (PPJP), seperti indo botting, salon, penyanyi, penjahit dan pengamen. Kelompok waria seakan akan dicekal oleh Pemerintah, sebab gerak jalan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80. Seakan akan diparepare bukan hanya Intoleransi tetapi Diskriminasi, sebab kami sebagai waria mau tampil karena ada hak kemerdekaan nya. Kami juga seakan akan dicekal oleh Pemerintah Kota Parepare, seharusnya Pemkot Parepare merangkul kami untuk dikasih pemahaman, “Tuturnya, sabtu (16/8/2025).

Lenjut Idam menyatakan, kedepan nya hal seperti ini tidak terjadi lagi, kami bukan penyakit untuk dihindari dan kami bukan kriminal, kami cuma butuh dirangkul, apapun alasannya Pemkot Parepare tidak memberikan ruang mengikuti waria gerak jalan dan seharusnya memberikan pemahaman apa kekurangan kami. Waria mengikuti perlombaan gerak jalan untuk menghibur masyarakat, bukan untuk juara. Terbukti pada hari jumat malam antusias masyarakat menunggu gerak jalan waria, adapun kerugian kami dalam mengikuti gerak jalan sekitar 15 juta.

Menurut Ketua panitia Gerak Jalan yang juga Kabid Olahraga DKOP, Gustaman menyampaikan, kelompok waria tidak mempunyai nomor peserta dan tidak mendaftar, mereka langsung menyerobot kebarisan yang mengganggu barisan depan belakang akhirnya kacau barisan. Jadi satpol pp langsung mengeluarkan barisan kelompok waria tersebut, jadi barisan waria ini mengganggu. Sebab aturan lomba mengharuskan seluruh peserta terdaftar, untuk alasan keamanan dan ketertiban. Adapun peserta gerak jalan sebanyak 63, ini pendaftaran online. Untuk pendaftaran waria, tidak mendaftar melalui online. (*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *